Perbandingan Unsur Intrinsik pada Legenda Danau Toba dan Legenda Lau Kawar

Main Article Content

Basri Natan Sitanggang
Selly Magdalena Saragih
Indah Sari
Sandro Parningotan Butarbutar
Halimatussakdiah

Abstract

Legenda Danau Toba dan Lau Kawar merupakan bagian penting dari sastra lisan Batak yang merekam nilai moral, struktur sosial, dan pandangan budaya masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan unsur intrinsik kedua legenda, meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, amanat, serta sudut pandang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode perbandingan sastra. Data diperoleh melalui studi pustaka dan teknik pencatatan terhadap teks kedua legenda, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan perbandingan unsur intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua legenda memiliki kesamaan pada penggunaan alur maju, konflik keluarga, serta penyelesaian cerita berupa bencana alam yang berkaitan dengan konsekuensi moral. Perbedaannya terletak pada sumber konflik dan konteks sosial budaya yang membentuk narasi. Legenda Danau Toba menekankan pelanggaran janji, sedangkan Lau Kawar menyoroti kesalahpahaman dan lemahnya komunikasi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur naratif kedua legenda berfungsi sebagai medium transmisi nilai moral dan budaya masyarakat Batak.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sitanggang, B. N., Saragih, S. M., Sari, I., Butarbutar, S. P., & Halimatussakdiah, H. (2026). Perbandingan Unsur Intrinsik pada Legenda Danau Toba dan Legenda Lau Kawar. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(9), 5455–5463. https://doi.org/10.56799/jim.v5i9.18129
Section
Articles

References

Beno, M., Priyadi, A. T., & Seli, S. (2015). Unsur intrinsik dalam legenda Ulai Bujang Karem sastra lisan Dayak Ketungau Sesaek Kabupaten Sekadau. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(11). https://doi.org/10.26418/jppk.v4i11.12417

Firmansyah, A., Jiwandono, N. R., Sahasti, J. P., & Agus, M. A. M. (2026). Analisis struktur naratif dan nilai didaktis dalam legenda Danau Lau Kawar: Studi sastra lisan Sumatra Utara. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.30596/jpbsi.v7i1.28237

Kembaren, M. M., Nasution, A. A., & Lubis, M. H. (2020). Cerita rakyat Melayu Sumatra Utara berupa mitos dan legenda dalam membentuk kearifan lokal masyarakat. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 8(1), 1–12. https://rumpunjurnal.com/jurnal/index.php/rumpun/article/view/117

Permana, A., Juwita, L., & Zenab, A. S. (2019). Analisis unsur intrinsik novel Menggapai Matahari karya Dermawan Wibisono. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 21–26. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/1885

Ruslan, H. (2023). Unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita rakyat Vova Saggayu di Kabupaten Pasangkayu. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(2), 73–90. https://doi.org/10.53769/deiktis.v3i2.449

Sarie, Y. K., Mutjaba, S., & Adham, M. J. I. (2021). Perbandingan cerita rakyat Danau Toba dengan cerita rakyat Tsuru No Ongaeshi: Pendekatan struktural. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 3740–3747. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1260

Seli, S. (2018). Kearifan lokal dalam legenda Dayak Kanayatn. Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan, 1(2), 73–88. https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v1i2.25270

Wongsopatty, E. (2020). Pantun sahur dalam sastra lisan Banda Neira. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 4(1), 15–20. https://doi.org/10.25157/literasi.v4i1.3086

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.