Evaluasi Kesesuaian Potensi Kontekstual dalam Penerapan konsep Kontemporer Revitalisasi Pasar Sarijadi
Main Article Content
Abstract
Pasar tradisional yang sangat lekat dengan citra kumuh, becek dan tidak menarik. Akibatnya masyarakat kelas menengah atas lebih memilih berbelanja dan berwisata di mall dan pasar modern. Revitalisasi Pasar Sarijadi merupakan pilot project bagi revitalisasi pasar lainnya di Kota Bandung. Setelah proses pembangunan pasar hasil revitalisasi, diperlukan sebuah evaluasi untuk melihat ketepatsasaran fasilitas ini bagi masyarakatnya. Lingkungan Pasar Sarijadi merupakan pemukiman berupa kompleks perumahan dan gated community mengindikasikan lingkungan kalangan menengah atas yang memiliki daya beli tinggi dan animo untuk berbelanja. Potensinya berdampingan dengan tiga perguruan tinggi dimana mahasiswa membutuhkan makanan, tempat berkumpul dan mengerjakan tugas. Secara konteks lingkungan Sari Jadi selain membutuhkan pasar juga membutuhkan pusat konsumsi baru bagi kaum muda. Semangat baru ini berupaya menarik minat warga untuk berkunjung ke pasar dengan tiga konsep utama revitalisasi pemerintah yaitu: keren, kreatif, dan multifungsi. Kebutuhan ruang berdasarkan pangsa pasar mendorong pemerintah merevitalisasi pasar dengan konsep keren, kreatif dan multifungsi yang menambahkan fasilitas-fasilitas untuk kaum menengah atas dan kaum muda. Terakhir, perwujudan konsep keren, kreatif dan multifungsi ditejemahkan dalam penyediaan fasilitas pada pasar, yaitu : koperasi, pasar basah (yang menjual sayur-mayur, daging dan sembako), produk kerajianan atau art and craft, pakaian, cafe, food court dan coworking space.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Danisworo, Mohammad dan Widjaja Martokusumo. 2002. Revitalisasi Kawasan Kota Sebuah Catatan dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kota. www.urdi.org (urban and reginal development institute, 2000).
Hendri, Ma'ruf. 2005 Pemasaran Ritel. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Nurmansyah Lubis (2005), Keberadaan Hypermarket Menghambat Perkembangan Pasar Tradisional, dalam www.pks-jakarta.or.id,
Rahadi, Raden Aswin. Decomposing the problems of traditional markets business ecosystem in Indonesia.2017. International Journal of Public Sector Performance Management
Sudjono, Raymond. Kesesuaian Revitalisasi Pasar Tradisional Menjadi Pusat Perbelanjaan. E-Journal Graduate Unpar Part D – Architecture. Vol. 1, No. 2 (2014)
Sulistyowati, Dwi Yulita. 1999. “Kajian Persaingan Pasar Tradisional dan Pasar Swalayan Berdasarkan Pengamatan Perilaku Berbelanja di Kota Bandung”. Tugas Akhir (tidak dipublikasikan). ITB Bandung.
Ekomadyo, Agus S. Model Pasar Tematik Urban yang Mampu Menghela Ekonomi Lokal Kasus: Pasar Bertema “Healthy Food” untuk Wilayah Bandung dan Sekitarnya. Laporan Akhir Riset dan Inovasi Kelompok Keahlian Institut Teknologi Bandung Tahun 2014 BATCH 1. Institut Teknologi Bandung Agustus 2014
http://www.prfmnews.com/berita.php?detail=ini-situasi-pasar-sarijadi-sebelum-revitalisasi
http://www.home.co.id/read/21/ridwan-kamil-budaya-nongkrong-orang-gunung
https://ppid.bandung.go.id/2017/02/wali-kota-bandung-meninjau-pasar-sarijadi
https://portal.bandung.go.id/posts/2014/09/18/DAlD/ground-breaking-pasar-sae-sarijadi