Prinsip-Prinsip Etika Komunikasi Keagamaan QS. Asy-Syura Ayat 15 dan Implementasinya dalam Meminimalisir Echo Chamber Era Digital

Main Article Content

Tegar Ash Shiddiq
Komarudin Sassi

Abstract

Fenomena echo chamber pada media sosial memperkuat polarisasi, intoleransi, dan konflik komunikasi keagamaan akibat personalisasi algoritma yang membatasi keberagaman informasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan komunikasi digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga krisis etika komunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis etika komunikasi keagamaan dalam perspektif Q.S. Asy-Syura ayat 15 serta relevansinya dalam meminimalisasi fenomena echo chamber di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pendekatan teknologi komunikasi dan pendekatan akhlak komunikasi Islam. Data dianalisis menggunakan tafsir tematik (maudhu'i) dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap literatur tafsir, komunikasi Islam, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Asy-Syura ayat 15 memuat tiga prinsip utama etika komunikasi keagamaan, yaitu istiqamah dan objektivitas komunikasi, dialog moderat dan penghormatan terhadap perbedaan, serta pengendalian diri melalui literasi digital berbasis nilai-nilai Qur'ani. Penelitian ini menghasilkan Model Integratif Etika Komunikasi Qur'ani yang menghubungkan teori teknologi komunikasi dengan akhlak komunikasi Islam sebagai solusi konseptual terhadap fenomena echo chamber. Temuan ini memperkaya kajian komunikasi Islam dan komunikasi digital melalui pendekatan interdisipliner yang relevan dengan tantangan masyarakat digital kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Shiddiq, T. A., & Sassi, K. (2026). Prinsip-Prinsip Etika Komunikasi Keagamaan QS. Asy-Syura Ayat 15 dan Implementasinya dalam Meminimalisir Echo Chamber Era Digital. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(11), 8053–8063. https://doi.org/10.56799/jim.v5i11.19513
Section
Articles

References

Azra, A. (2020). Moderasi Islam di Indonesia. Kencana.

Bright, J. (2016). Explaining the emergence of echo chambers on social media: The role of ideology and extremism. arXiv. https://arxiv.org/abs/1609.05003

Campbell, H. A. (2020). Digital creatives and the rethinking of religious authority. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003045625

Campbell, H. A., & Evolvi, G. (2020). Contextualizing current digital religion research on emerging technologies. Human Behavior and Emerging Technologies, 2(1), 5–17.

Cartono. (2018). Komunikasi Islam dan interaksi media sosial. ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 9(2), 121–137. https://doi.org/10.24235/orasi.v9i2.3692

Castells, M. (2018). Networks of outrage and hope: Social movements in the Internet age (2nd ed.). Polity Press.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.

Fatikh, M. A. (2020). Tantangan komunikasi Islam moderat di era new media. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam, 5(2). https://doi.org/10.31538/altsiq.v5i2.1004

Giri, A. K. (1995). Ethics to spiritual transformation. Indian Institute of Advanced Study.

Gunadi, F., & Sassi, K. (2024). Tantangan pluralisme agama terhadap tujuan pendidikan agama Islam pada sekolah menengah atas di Indonesia. Tafaqquh: Jurnal Penelitian dan Kajian Keislaman, 12(2). https://doi.org/10.52431/tafaqquh.v12i2.3154

Hamka. (2015). Tafsir Al-Azhar. Gema Insani.

Hardoš, P. (2019). Review of Post-truth, by L. McIntyre. Organon F, 26(2), 291–296. https://doi.org/10.31577/orgf.2019.26210

Hefni, H. (2017). Komunikasi Islam. Prenada Media.

Jiang, B. (2021). Mechanisms and attributes of echo chambers in social media. arXiv. https://arxiv.org/abs/2106.05401

Lewandowsky, S., Ecker, U. K. H., & Cook, J. (2017). Beyond misinformation: Understanding and coping with the “post-truth” era. Journal of Applied Research in Memory and Cognition, 6(4), 353–369. https://doi.org/10.1016/j.jarmac.2017.07.008

McIntyre, L. (2018). Post-truth. MIT Press.

McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). Sage.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Rachmat, J. (2011). Islam aktual. Mizan.

Ridwan, A. (2021). Etika komunikasi Islam di era digital. Jurnal Dakwah dan Komunikasi.

Shihab, M. Q. (2017). Tafsir Al-Misbah. Lentera Hati.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suhratun, R., & Al-Athiriyah, N. (2025). Membaca ulang etika dakwah di era digital: Integrasi AI, literasi media, dan argumentasi keagamaan. Journal of Da'wah, 4.

Sunstein, C. R. (2018). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press.

Wang, X. (2020). Public discourse and social network echo chambers driven by socio-cognitive biases. arXiv. https://arxiv.org/abs/2002.03915

Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.