Microlearning Berbasis Pendidikan Profetik: Strategi Manajemen Pembelajaran Tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Katsir Jember
Main Article Content
Abstract
Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah menghadapi tantangan dalam mengakomodasi karakteristik perkembangan peserta didik yang memiliki rentang perhatian terbatas, kebutuhan pendampingan individual, dan variasi kemampuan menghafal. Penelitian mengenai microlearning selama ini masih didominasi oleh pendekatan berbasis teknologi digital, sementara implementasinya sebagai strategi manajemen pembelajaran tatap muka berbasis nilai masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pembelajaran tahfidz berbasis microlearning di Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Katsir Jember berdasarkan fungsi manajemen George R. Terry, mengkaji integrasi nilai-nilai pendidikan profetik dalam implementasinya, serta mengonseptualisasikan model Prophetic Microlearning Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif non-intervensi, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, tiga guru tahfidz, serta lima peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi microlearning diwujudkan melalui pengelolaan halaqah mikro beranggotakan 5–6 peserta didik, segmentasi target hafalan secara bertahap, pembelajaran berkelanjutan melalui murojaah dan ziadah, umpan balik langsung, pendampingan individual, serta monitoring holistik terhadap perkembangan akademik, afektif, dan spiritual peserta didik. Praktik tersebut mengintegrasikan fungsi planning, actuating, dan controlling dengan nilai-nilai profetik berupa rahmah, uswah hasanah, dan tarbiyah fardiyah, sehingga membangun pembelajaran yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter Qur’ani. Kebaruan penelitian ini terletak pada konseptualisasi Prophetic Microlearning Management, yaitu model manajemen pembelajaran yang memandang microlearning sebagai strategi pengelolaan pembelajaran berbasis nilai, bukan semata-mata inovasi teknologi digital. Temuan ini memperkaya kajian manajemen pendidikan Islam sekaligus menawarkan model praktis bagi pengembangan pembelajaran tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.