Pengaruh Upah Minimum Regional dan Inflasi terhadap Penerimaan PPh 21 di Indonesia Tahun 2020 – 2025

Main Article Content

Dewi Hutahaean
Linda Lidyawati

Abstract

Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang berkaitan langsung dengan penghasilan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan inflasi terhadap penerimaan PPh Pasal 21 di Indonesia periode 2020-2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel pada 38 provinsi. Data penelitian membentuk 212 observasi panel tidak seimbang yang bersumber dari Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pusat Statistik, dan sumber resmi lainnya. Hasil Uji Chow dan Uji Hausman menetapkan Fixed Effect Model sebagai model yang paling sesuai. Karena model mengalami heteroskedastisitas, estimasi akhir menggunakan White Cross-section Robust Standard Errors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PPh Pasal 21 dengan koefisien 4.779.493 dan probabilitas 0,0005. Inflasi memiliki koefisien positif 6,98E+09, tetapi tidak berpengaruh signifikan dengan probabilitas 0,1649. Secara simultan, UMP dan inflasi berpengaruh signifikan dengan F-statistic 75,16622 dan Prob(F-statistic) 0,000000. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,932012 menunjukkan bahwa 93,20% variasi penerimaan PPh Pasal 21 dapat dijelaskan oleh model. Temuan penelitian mendukung Ability to Pay Theory, khususnya peran kemampuan pendapatan dalam menentukan penerimaan pajak penghasilan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hutahaean, D., & Lidyawati, L. (2026). Pengaruh Upah Minimum Regional dan Inflasi terhadap Penerimaan PPh 21 di Indonesia Tahun 2020 – 2025. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(11), 8462–8473. https://doi.org/10.56799/jim.v5i11.21086
Section
Articles

References

Amisa, Y. D., & Waryanto, R. B. D. (2020). Pengaruh upah minimum dan daya belanja masyarakat setiap provinsi terhadap kenaikan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) PPh Pasal 21 di Indonesia. Majalah Ekonomi, 25(2), 19-27. https://doi.org/10.36456/majeko.vol25.no2.a2932

Baltagi, B. H. (2021). Econometric analysis of panel data (6th ed.). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-53953-5

Conterius, R., Irawan, A., & Nuridah, S. (2025). Pengaruh tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap penerimaan PPN. PESHUM, 4(6). https://doi.org/10.56799/peshum.v4i6.10430

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.

Darussalam, Damian, D. S., Irawan, R., Kristiaji, B. B., & Marhani, A. R. (2023). DDTC Indonesian Tax Manual Book 2023. DDTC.

Ghozali, I., & Ratmono, D. (2017). Analisis multivariat dan ekonometrika: Teori, konsep, dan aplikasi dengan EViews 10. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill Education.

Kurniawan, A. (2024). Menilik upah minimum dan ketimpangan pendapatan di Indonesia. Jurnal Budget DPR RI.

Luciana, & Ngadiman. (2021). Pengaruh inflasi, pemeriksaan pajak, dan peningkatan penghasilan tidak kena pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan Pasal 21. Jurnal Multiparadigma Akuntansi, 3(3), 1342-1351.

Mankiw, N. G. (2022). Macroeconomics (11th ed.). Worth Publishers.

Mardiasmo. (2023). Perpajakan. Andi Offset.

Mihaljek, D. (2023). Inflation and public finances: An overview. Public Sector Economics, 47(4), 413-430. https://doi.org/10.3326/pse.47.4.2

Pindyck, R. S., & Rubinfeld, D. L. (2018). Microeconomics (9th ed.). Pearson Education.

Pratiwi, L. G., Sofianty, D., & Suangga, A. (2024). Pengaruh nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi terhadap penerimaan pajak penghasilan. Bandung Conference Series: Accountancy, 4(1). https://doi.org/10.29313/bcsa.v4i1.11400

Putri Nadia, & Kartika, R. (2020). Pengaruh inflasi, penagihan pajak dan penyuluhan pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 497-503. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.928

Resmi, S. (2023). Perpajakan: Teori dan kasus (Edisi 12). Salemba Empat.

Rosen, H. S., & Gayer, T. (2023). Public finance (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Salsabila, S. A., & Wirawan. (2026). Inflation rate, rupiah exchange rate, and interest rate towards income tax receipts at the Directorate General of Tax for 2018-2020. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1). https://doi.org/10.31004/jptam.v10i1.36817

Sihombing, A. Y., Murti, G. T., Deska, A. R., & Divayanti, S. (2023). Analysis of Income Tax (PPh) Article 21 calculation: A case study of income tax withholding on permanent employees' income. Journal Amnesty, 6(2), 123-134. https://doi.org/10.26618/jrp.v6i2.13022

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tabroni, M., & K. (2021). Analisa kenaikan PTKP, laju inflasi dan jumlah wajib pajak terhadap penerimaan PPh 21 secara nasional. Jurnal Valuasi, 1(1), 28-47. https://doi.org/10.46306/vls.v1i1.3

Winarno, W. W. (2017). Analisis ekonometrika dan statistika dengan EViews (Edisi 5). UPP STIM YKPN.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.